Sabtu, 14 Maret 2009

“Ketika Semua Hilang”

Kejadian-kejadian dalam hidup kadang membuat aku merasa diabaikan oleh orang lain dan Tuhan. Biasanya, saat aku dikecewakan orang lain, aku selalu mengadu kapada Tuhan. Tetapi selama beberapa tahun aku patah hati dan pikiranku kusut, aku merasa Allah pun telah meninggalkanku.

Lalu aku ingat saat Yesus dicobai dan peristiwa yang Ia hadapi demi kepentingan kita. Seperti aku, Yesus pun merasa ditinggalkan oleh orang-orang disekitarNya dan bahkan oleh Allah, Sang Bapa. Hal itu membuat aku menyadari, bahwa Yesus Kristus pun bersama denganku saat aku mengalami kesukaran demi kesukaran. Bahkan hal yang paling aku ingat adalah kenyataan, bahwa Yesus memilih untuk menyamakan diri-Nya dengan kita dalam rasa sakit dan keterhilangan sebagai manusia, walaupun sebenarnya Dia bisa saja tetap tinggal dalam kebahagiaan dan sukacita surgawi.

Kesukaran-kesukaran yang kualami telah menolong aku untuk menyadari kebenaran pernyataan lain, kali ini yang tertulis dalam Efesus 4:10 : “Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.” Aku memang belum sepenuhnya keluar dari berbagai kesulitan, tetapi aku berpegang teguh pada janji ini : “Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi” (Mazmur 46:6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Pendapatmu...