oleh: Maliq & D Essentials
Ketika kurasakan sudah
ada ruang dihatiku yang kau sentuh
dan ketika kusadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Maret 2011
Sabtu, 05 Maret 2011
To My Lovely
Ada Tiada Dirimu
Nama'Mu selalu terpatri di HatiKu
WajahMu selalu terbayang
MulutKu tak henti-hentinya mengucap kata Sayang
Apakah Kau tahu?
Senin, 08 November 2010
30March2010
Ketika ku lihat matamu
Kurasakan setiap langkahmu
Suara hangat dan lembut
Sebuah Cinta yang tak bisa kutinggalkan
Senin, 18 Oktober 2010
Hari Pertama Kerja
Hari pertama kerja telah kujalani. Berawal dari bangun pagi karena menunggu 2 teman yang datang ke kos belakangan. Perot yg pertama, datang jam 4 pagi, membuat mimpi indahku buyar karena suara ringtone Hp-ku. Disusul Said yg datang kira2 jam ½ 6. Setelah mandi2 dan berpakaian rapi layaknya sales, jam 6.15 kami berangkat kerja ber-4 (ditambah Adit yg datang menghampiri).
Sempat sarapan dulu, nasi pecel + teh anget seharga 6ribu perak, kami pun sampai di perusahaan jam ½ 8. Lapor satpam untuk bertemu Pak Arif (Ka.Bengkel), disuruh menunggu karena beliau belum datang. Jam 8 Pak Arif pun datang dengan mobil Xenia (yg ternyata inventaris Kantor). Dikarenakan beliau sedang sibuk, kami pun disuruh menunggu kembali. Lama kami menunggu sampai jam 10.00 waktu Sby. Sempat membuat kami emosi, ngantuk dan akhirnya tidur. Sepertinya kesabaran kami sedang diuji, Said yg ga tahan malah berencana “ngobong” perusahane (hahaha...tentunya just kidding).
Jam 10.00 kami menemui Pak Handoyo (Boz’e) yg baru datang. Kami langsung dibawa masuk bengkel dan disuruh untuk mengoperasikan mesin CNC...’edan pow!! Gek pertama, langsung kon nyekel mesin!’ padahal aku kan dari prodi Mekatronika yg notabene ga bersinggungan langsung dengan mesin CNC. (jan Boz’e ngasak abiz). Beruntung kami dipertemukan dengan Pak Arif terlebih dahulu. Setelah Pak Handoyo pergi kami pun ngobrol2 santai dengan Pak Arif. Berkenalan, tanya asal-usul, keahlian apa yg kami bisa, sejauh mana pengetahuan yg kami dapat dari ATMI. Dari situ beliau dapat menentukan di bagian mana kami bisa ditempatkan. Setelah dijelaskan secara rinci akhirnya aku dan Perot yg dari jurusan Mekatronika ditempatkan di bagian assembling dan Otomasi. Kami mempelajari sistem kontrol kerja dari mesin yg dibuat oleh perusahaan beserta wiringnya. (perlu tak jelaske dulu, kalo perusahaan di t4ku tu bergerak di bidang pembuatan mesin packaging. Bila kalian tau mesin itu yg nantinya membuat produk sachet-an seperti royko, milo, pantene, dll). Dan untuk mereka yg dari prodi Teknik Mesin Industri, yaitu Said dan Adit, ditempatkan pada bagian mesin CNC.
Untuk hari pertama ini kami diberikan kesempatan untuk masa orientasi / pengenalan mesin, pengoperasian, dan sosialisasi. Benar kata pembicara seminar waktu yudisium (yg aku lupa namanya), “kalo kita nanti di dunia industri, kita akan merasakan bahwa kita ternyata tidak tau apa2 dg kata lain semakin ‘BODOH’. Karena banyak hal di luar sana yg belum tentu kita pelajari di ATMI”. Tapi aku senang karena banyak hal yg bisa aku pelajari dan berpotensi menjadi bekalku di kemudian hari untuk menjadi “SUSKES” (Amiiin...)
Sedikit sharing dari apa yg aku dengar dan rasakan. Aku banyak mendengar keluh kesah yg keluar dari mulut, teman2ku, karyawan yg bekerja disitu, maupun dari mulutku sendiri. Memang bekerja disini bukan hal yg nyaman dan enak, dengan gaji yg kecil, bekerja dari pagi hingga malam (tekanan fisik maupun batin). Namun aku menyadari kalo aku pun bukan siapa2 disini, memang ada title A.Md from ATMI diatas ‘kepalaku’ tapi itu belum cukup membuktikan bagaimana kualitasku. Oleh sebab itu, aku berusaha untuk bertahan! Untuk membuktikan kapasitas dari potensi yg bisa kugali dari diriku.
itulah pengalaman pertamaku dalam bekerja. Aku berharap dan ber’Doa agar aku diberikan semangat, kekuatan, untuk menjalani hari2ku selanjutnya. Begitupun Doa dan Harapan’ku padamu Teman2ku, kiranya kaliyan tak patah semangat menghadapi kehidupan baru yg kita jalani.
Kutunggu cerita2 menarik dari kaliyan...
Salam Hangat buat Angkatan 40....
”ENDLESS SACRIFICE”
Never Stop Getting The Aim
Sabtu, 11 September 2010
6# Get In Touch
When the time is right
I am at upper side
Nothing can save all my words
Let my case behind
Let's make something new
No one can deny my task
I've never felt happy
I have to get in touch with someone else
I hate to Get In Touch
But if it's gonna be a profit
Finally I am a Crazy Boy
Can be seen
Since my birth
My mother have never been aware
To get to be a Boss
It's not so Hard for me
Everything is always be easy
I can do by my own
I never need someone helps
Leave me alone
Just leave me alone
It goes illegaly
Nobody can realize
With no vision
Will more power
I am at upper side
Nothing can save all my words
Let my case behind
Let's make something new
No one can deny my task
I've never felt happy
I have to get in touch with someone else
I hate to Get In Touch
But if it's gonna be a profit
Finally I am a Crazy Boy
Can be seen
Since my birth
My mother have never been aware
To get to be a Boss
It's not so Hard for me
Everything is always be easy
I can do by my own
I never need someone helps
Leave me alone
Just leave me alone
It goes illegaly
Nobody can realize
With no vision
Will more power
2# Lost Love
If I had to
I would put myself right beside you
So let me ask
Would you like that?
And I don't mind
If you say this love is the last time
So now I'll ask
Do you like that?
Something's getting in the way
Something's just about to break
I will try to find my place in the diary
So tell me how it should be
Try to find out what makes you tick
As I lie down, Sore and sick
Do you like that?
There's a fine line between love and hate
And I don't mind
Just let me say that
I like that
As I burn another page
As I look the other way
I still try to find my place in the diary
So tell me how it should be
Desperate, I will crawl
Waiting for so long
No love, there is no love
Die for anyone
What have I become?
I would put myself right beside you
So let me ask
Would you like that?
And I don't mind
If you say this love is the last time
So now I'll ask
Do you like that?
Something's getting in the way
Something's just about to break
I will try to find my place in the diary
So tell me how it should be
Try to find out what makes you tick
As I lie down, Sore and sick
Do you like that?
There's a fine line between love and hate
And I don't mind
Just let me say that
I like that
As I burn another page
As I look the other way
I still try to find my place in the diary
So tell me how it should be
Desperate, I will crawl
Waiting for so long
No love, there is no love
Die for anyone
What have I become?
1# Friends
Even you don’t care about my feeling
I’m still your friend when you get pain
I remember when you were dreaming
I was the ghost when you are lost
I want to spend rest of my life with you
I’ll be your friend and your number one fan
I can’t wait until I hear your amazing voice
When I dial your number, your heart was not at home
And start blaming my self
When I get Up, feel so much pain
Should I give up?
I’m still your friend when you get pain
I remember when you were dreaming
I was the ghost when you are lost
I want to spend rest of my life with you
I’ll be your friend and your number one fan
I can’t wait until I hear your amazing voice
When I dial your number, your heart was not at home
And start blaming my self
When I get Up, feel so much pain
Should I give up?
Jumat, 09 April 2010
Kado Ulang Tahun
Ulang tahun,,hal yg mungkin kita tunggu-tunggu untuk merayakannya dengan keluarga, teman, atau pacar. Bagi orang sekitarnya mungkin berpikir “Apa ya kado yg tepat dan berkesan buat dia?”
Sebagian orang mungkin berpikir untuk ngasih berupa materi, barang, atau apa saja yg berwujud.
Namun bagi sebagian orang yg tidak bisa memberikan semua itu (dg alasan yg bermacam-macam), adapun sesuatu yg bisa diberikan selain materi. Aku pun tak tahu beberapa yg kusampaikan ini merupakan sesuatu yg bijaksana, tapi paling tidak bisa menjadi alternative (yg murah..he3x) kado ulang tahun bagi orang yg kita sayangi.
1. Kehadiran.
Mungkin kita bisa menyampaikan selamat ulang tahun lewat surat, telpon, sms, facebook, dll. Namun alangkah baiknya kita dapat memberikan ucapan secara langsung (bila memungkinkan). Dengan berada disampingnya, kamu dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayangsecara lebih utuh dan intensif. Buat kehadiranmu menjadi berarti dan membawa kebahagiaan.
2. Mendengar.
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati untuk mendengar dengan baik. Biarkan 1 hari spesial itu untuk dia dapat mencurahkan isi hatinya dengan kata-kata, walaupun mungkin itu terdengar membosankan bagi kita.
3. Diam.
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Walaupun diam, hendaknya kita tetap memperhatikan apa yg dia ucapkan.
4. Kebebasan.
Makna kebebasan bukanlah "kau bebas berbuat semaumu". Memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. Dengan memberikan Kebebasan yg Bertanggungjawab diharapkan akan muncul sebuah Kedewasaan.
5. Keindahan.
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tampil lebih "guanteng" atau "cuantik"? Selain keindahan penampilan pribadi, juga keindahan rumah dan lingkungan sekitar. Tapi kalo emang kaliyan ga Ganteng ato Cantik”””he3x…PD aja lagi..! suatu kepuasan tersendiri bisa bangga terhadap diri sendiri.
6. Tanggapan Positif.
Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi (walaupun hal ini yg paling tidak kita inginkan). Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Ucapan terima kasih dan pujian, serta permintaan maaf adalah kado indah yang sering terlupakan. Saaatnya tunjukan bahwa kamu bukan hanya seorang tukang protes atau suka komentar.
7. Kesediaan Mengalah.
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Kadangkala kita ‘keukeuh’ hingga emosi dalam berdebat dengannya ato sering memaksakan kehendak kita, untuk sekali ini saja lupakan semua itu dan coba tuk hilangkan rasa angkuh dan sifat keras kepala.
8. Senyuman.
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
mungkin masih banyak kado-kado lain yang sebenarnya kurang diperhatihan dan justru malah bisa menjadi kado yang berkesan n mjd kado yg paling indah...
akhir kata,,Aku ucapin Met Ulang Taon bagi temen-temenku yg berulang tahun…
Rabu, 31 Maret 2010
31 March 2010
Ketika ku lihat matamu
Kurasakan setiap langkahmu
Suara hangat dan lembut
Sebuah Cinta yang tak bisa kutinggalkan
Aku sedang menuju sesuatu
Dimana ujungnya, aku pun tak tau
Terkadang aku takut
Tapi aku siap tuk belajar
Kekuatan Cinta
Suara detak jantungmu, menjelaskan
Tiba-tiba rasa ini tau
Bahwa ku tak bisa meneruskan
Kekuatan Cinta
Kubutuhkan untuk memutuskan
Tahan egoku tuk dirimu
Letih..bila trus mengharapkanmu
Perih..bila harus meninggalkanmu
Namun akhirnya kusadari
Kehendakku tak seturut kehendakmu
Dan harus kuakui itu
Ku tak mau menyerah sampai disini
Bukan untuk memaksakan kehendakku
Hanya ingin perhatikan dirimu…
Sayangi dirimu…
Dan akhirnya kupahami
Arti kata “Life must Go On”
Tak harus memiliki
Sebab kita dimiliki…
Rabu, 17 Maret 2010
Take Care,,,Be Cheerfull
Take Care,,,Be Cheerfull inspired by SO7
Bila esok datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Perlahan kau pun Lupakan Aku
Mimpi burukmu dimana tlah kutancapkan duri tajam
Kau pun menangis, menangis sedih…
Maafkan aku
Bukan maksudku, Bukan inginku
Melukaimu, sadarkah kau disini ku pun terluka
Melupakanmu, Menepikanmu
Maafkan aku
Lupakanlah saja diriku bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Cacimaki saja diriku bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Bila esok datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Perlahan kau pun Lupakan Aku
Mimpi burukmu dimana tlah kutancapkan duri tajam
Kau pun menangis, menangis sedih…
Maafkan aku
Bukan maksudku, Bukan inginku
Melukaimu, sadarkah kau disini ku pun terluka
Melupakanmu, Menepikanmu
Maafkan aku
Lupakanlah saja diriku bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Cacimaki saja diriku bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Profesi Tak Menentukan Nurani
Inilah Pendapatku…Menurut Pengalamanku
Seperti ceritaku sebelumnya (sory gagal posting), saat aku terjebak di kota Semarang tanpa daya, tanpa uang…
Kecopetan dan pemalakan merupakan kejadian yang tak pernah kubayangkan terjadi pada diriku sendiri. Disini kuceritakan bagaimana aku bertemu orang-orang yang berbudi baik dan yang tak berperasaan, bagaimana aku mendapat penolakan dan belas kasihan. Semuanya itu malah membuatku tercengang dan heran.
Begini ceritanya…Setelah kejadian pencopetan dan pemalakan aku ditolong oleh supir-supir taksi yang ada didekat situ, aku diberikan tempat untuk berteduh dan istirahat di pos taksi. Walaupun tidur di pinggir kali yang banyak nyamuk dan diselimuti angin yang dingin berhembus, itu sudah membuatku merasa nyaman dan aman karena ditemani oleh banyak orang.
Pagi menjelang…aku bermaksud minta bantuan di pos polisi terdekat. Lama aku menunggu di pos polisi, tiba-tiba ada tukang ojek yang menghampiriku dan menawariku sarapan. Selesai sarapan aku pun mencoba kembali untuk menemui Pak Polisi yang ternyata sudah hadir di pos. Besar harapan untuk mendapat bantuan, atau paling tidak sambutan hangat. Tapi malah aku disuruh pergi ke Polsek setempat dan pintu langsung ditutup. Aku tak tahu letak Polsek tersebut,ku Tanya tukang ojek – eh malah mereka ada yang bersedia mengantarkanku. Satu kejadian yang menghasilkan banyak makna, ternyata supir taksi dan tukang ojek masih lebih memiliki Kasih daripada Polisi tadi. Walaupun penghasilan dari pekerjaan mereka tak sebanding dengan Polisi.
Pengalamanku tak berhenti sampai disitu. Setelah diantar sampai ke Polsek, aku minta bantuan pada Pak Polisi untuk dibuatkan surat jalan. Ku ceritakan semua apa yang telah terjadi, tapi tak disangka aku malah dituduh berbohong karena “kecopetan, dompet kok masih ada?”. Mana aku tahu jalan pikiran si Pencopet!. Aku disarankan untuk ke Kantor Polisi Terminal. Aku yang sudah tak punya uang terpaksa berjalan menuju terminal. Sesampainya disana lagi-lagi aku mengalami penolakan, mereka menolakku dengan alas an hanya pos lalu lintas. Mungkin mereka benar…tapi yang membuatku tidak terima adalah kok mereka kesannya menganggap aku tuh cuma pengganggu dan mereka tak memberikan solusi apapun, apalagi bantuan. Lebih parahnya lagi aku disuruh balik ke Polsek setempat. Aku yang terpancing emosi akhirnya pergi dan tak percaya lagi pada polisi setempat.
Aku mencari jalan keluar sendiri, akhirnya kuputuskan untuk mencari rumah temanku yang ada di Semarang. Cukup jauh juga, sekitar 15 km kata orang yang kutanya. Agak lama kuberjalan, aku bertanya pada seorang mas-mas arah ke Simpang Lima – karena yang kuingat hanya arah ke rumah temanku ya lewat simpang lima. Setelah lama ngobrol dan orang itu tahu apa yang baru saja terjadi padaku, dia merasa iba. Dia bermaksud membantuku untuk mencarikan bis kota yang ke arah tujuanku. Aku sungguh terharu, karena dialah jalan pembuka untuk aku dapat menemukan rumah temanku. Singkat cerita aku mendapatkan bis. Dan disitu aku ngobrol dengan kenek bis tersebut. Dia yang mendengar ceritaku pun merasa kasihan sehingga aku tidak ditarik bayaran dan aku diantarkan sampai tujuan bahkan dia memberikanku bekal (Rp 5000,-) yang sangat berarti bagiku.
Aku berusaha mencari rumah temanku yang alamatnya saja aku tah tahu, tapi berbekal ingatan yang minim akhirnya aku pun dapat menemukan rumah temanku itu.
Intinya aku igin bicara bahwa akhirnya aku sadar…Profesi seseorang – apapun itu – tak menutup Nurani individu tersebut untuk mengasihi dan membantu sesama…seperti supir taksi, tukang ojek, laki-laki pengangguran, kenek bis, dan aku yakin masih banyak yang lain
Seperti ceritaku sebelumnya (sory gagal posting), saat aku terjebak di kota Semarang tanpa daya, tanpa uang…
Kecopetan dan pemalakan merupakan kejadian yang tak pernah kubayangkan terjadi pada diriku sendiri. Disini kuceritakan bagaimana aku bertemu orang-orang yang berbudi baik dan yang tak berperasaan, bagaimana aku mendapat penolakan dan belas kasihan. Semuanya itu malah membuatku tercengang dan heran.
Begini ceritanya…Setelah kejadian pencopetan dan pemalakan aku ditolong oleh supir-supir taksi yang ada didekat situ, aku diberikan tempat untuk berteduh dan istirahat di pos taksi. Walaupun tidur di pinggir kali yang banyak nyamuk dan diselimuti angin yang dingin berhembus, itu sudah membuatku merasa nyaman dan aman karena ditemani oleh banyak orang.
Pagi menjelang…aku bermaksud minta bantuan di pos polisi terdekat. Lama aku menunggu di pos polisi, tiba-tiba ada tukang ojek yang menghampiriku dan menawariku sarapan. Selesai sarapan aku pun mencoba kembali untuk menemui Pak Polisi yang ternyata sudah hadir di pos. Besar harapan untuk mendapat bantuan, atau paling tidak sambutan hangat. Tapi malah aku disuruh pergi ke Polsek setempat dan pintu langsung ditutup. Aku tak tahu letak Polsek tersebut,ku Tanya tukang ojek – eh malah mereka ada yang bersedia mengantarkanku. Satu kejadian yang menghasilkan banyak makna, ternyata supir taksi dan tukang ojek masih lebih memiliki Kasih daripada Polisi tadi. Walaupun penghasilan dari pekerjaan mereka tak sebanding dengan Polisi.
Pengalamanku tak berhenti sampai disitu. Setelah diantar sampai ke Polsek, aku minta bantuan pada Pak Polisi untuk dibuatkan surat jalan. Ku ceritakan semua apa yang telah terjadi, tapi tak disangka aku malah dituduh berbohong karena “kecopetan, dompet kok masih ada?”. Mana aku tahu jalan pikiran si Pencopet!. Aku disarankan untuk ke Kantor Polisi Terminal. Aku yang sudah tak punya uang terpaksa berjalan menuju terminal. Sesampainya disana lagi-lagi aku mengalami penolakan, mereka menolakku dengan alas an hanya pos lalu lintas. Mungkin mereka benar…tapi yang membuatku tidak terima adalah kok mereka kesannya menganggap aku tuh cuma pengganggu dan mereka tak memberikan solusi apapun, apalagi bantuan. Lebih parahnya lagi aku disuruh balik ke Polsek setempat. Aku yang terpancing emosi akhirnya pergi dan tak percaya lagi pada polisi setempat.
Aku mencari jalan keluar sendiri, akhirnya kuputuskan untuk mencari rumah temanku yang ada di Semarang. Cukup jauh juga, sekitar 15 km kata orang yang kutanya. Agak lama kuberjalan, aku bertanya pada seorang mas-mas arah ke Simpang Lima – karena yang kuingat hanya arah ke rumah temanku ya lewat simpang lima. Setelah lama ngobrol dan orang itu tahu apa yang baru saja terjadi padaku, dia merasa iba. Dia bermaksud membantuku untuk mencarikan bis kota yang ke arah tujuanku. Aku sungguh terharu, karena dialah jalan pembuka untuk aku dapat menemukan rumah temanku. Singkat cerita aku mendapatkan bis. Dan disitu aku ngobrol dengan kenek bis tersebut. Dia yang mendengar ceritaku pun merasa kasihan sehingga aku tidak ditarik bayaran dan aku diantarkan sampai tujuan bahkan dia memberikanku bekal (Rp 5000,-) yang sangat berarti bagiku.
Aku berusaha mencari rumah temanku yang alamatnya saja aku tah tahu, tapi berbekal ingatan yang minim akhirnya aku pun dapat menemukan rumah temanku itu.
Intinya aku igin bicara bahwa akhirnya aku sadar…Profesi seseorang – apapun itu – tak menutup Nurani individu tersebut untuk mengasihi dan membantu sesama…seperti supir taksi, tukang ojek, laki-laki pengangguran, kenek bis, dan aku yakin masih banyak yang lain
Aku Minta Maaf Karena Aku Mencintaimu
Malam ini hujan.
Sudah sejak siang, sore dan sampai malam ini hujan terus saja mengguyur tanpa perduli aku berada di atas motor, menerjang hujan dari satu tempat ke tempat lain. Aku kedinginan saat ini, saat duduk di depan televisi mungilku, menonton entah tayangan apa di sana sambil terus menyuap sekotak es krim yang ada di pangkuan, sendok demi sendok tanpa sadar. Karena aku sedang termenung dengan satu kata mengulang-ulang di dalam kepalaku: maafkan aku, sayang.
Benar, yang paling aku inginkan saat ini hanyalah meminta maaf. Berulang-ulang, sambil merangkak bahkan sampai menangis darah. Karena kesalahanku sudah begitu besar dan aku tidak yakin akan ada satu orang pun yang bisa mengampuniku. Tanpa kesalahan ini, dosaku sudah begitu besar dan dengan adanya dosaku yang satu ini aku yakin neraka akan menerimaku tanpa ragu dan dengan tangan terbuka.
Bukan, bukan karena aku telah membunuh, merampok, memperkosa atau memfitnah. Walaupun aku tidak yakin bahwa apa yang telah aku lakukan mungkin saja bisa membuat dampak perbuatan-perbuatan dosa itu aku lakukan juga tanpa aku sadari. Karena itulah aku katakan bahwa apa yang telah aku lakukan adalah dosa terbesar. Karena itulah saat ini aku termenung seperti orang tolol. Aku hanya berharap bisa bertemu dia dan mengungkapkan semua hal yang ada di dalam kepalaku: kata-kata permintaan maaf yang diulang-ulang itu.
Aku minta maaf karena aku mencintaimu.
Aku minta maaf karena aku…
Aku minta maaf karena…
Aku minta maaf...
Aku minta…
Aku…
Dan akhirnya air mataku mengalir.
Acara televisi sudah benar-benar aku abaikan, kotak es krim sudah aku singkirkan dan kini lututku melipat, kepalaku menunduk di atas lutut dan aku menangis, bersunguk-sunguk sampai sesak napas. Hal pertama yang paling aku sesalkan saat aku resmi menjadi dewasa adalah keadaan otakku yang hampir setiap saat dipenuhi pertanyaan. Kini, sama seperti hari-hari yang kulalui selama bertahun-tahun belakangan ini, otakku dipenuhi berbagai pertanyaan. Begitu banyak. Begitu banyaknya mungkin saja kalau otak dan tempurung kepalaku pecah berkeping-keping, aku yakin pertanyaan-pertanyaan itu akan terus mengalir tanpa henti selama berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun.
Kenapa? Kenapa aku begitu mencintaimu tapi akhirnya aku harus meminta maaf karena telah mencintaimu? Kenapa pada saat puzzle hidupku sudah terasa lengkap, segalanya mendadak berubah begitu sulit untuk di jalani? Kalau saja dari awal aku tahu bahwa mencintai seseorang akan begitu terasa menyakitkan dan berat seperti ini, mungkin aku lebih memilih untuk tidak mencintai saja. Karena rasanya begitu menyakitkan, begitu menyesakkan. Aku tidak pernah menyangka kalau cinta bisa begitu kejam, tapi sekarang aku tahu kata-kata itu terbukti benar.
Aku tegakkan kepalaku, meluruskan lututku yang mulai terasa kram, menyapu hidungku yang kotor belepotan, mataku juga, lalu mencoba menarik napas panjang. Tapi celakanya, pertanyaan lain menghampiri otakku.
Kalau begitu, apakah aku tidak boleh mencintai? Tapi kalau ternyata mencintai berarti kebahagiaan bagiku, apa itu artinya aku tidak boleh bahagia? Jadi apa yang pantas aku dapatkan? Aku hanyalah manusia biasa yang berusaha mencari kebahagiaan dengan berjuang menghadapi hidup yang begitu berliku dan nyaris kelihatan tanpa arah dan harapan. Jika semua itu malah menyakitiku, apalah artinya aku mengejar kebahagiaan itu? Jika cinta tak lagi membahagiakanku, jika hidup membuat perih, jika semuanya membuatku sakit dan merasa dikhianati. Pernahkah kau merasa hidup menusukmu dari belakang? Aku pernah dan sedang mengalaminya. Percayalah, semua itu membuatmu ingin bunuh diri.
Benar juga kata Bunda : kita tidak boleh mencintai seseorang hingga seratus persen, karena kita akan merasakan sakit yang berkali-kali lipat saat kehilangannya. Bisa dua ratus, tiga ratus, beratus-ratus. Aku sudah terjebak di dalam dilema itu, tanpa aku sadari. Sungguh sial, sebentar lagi aku bisa saja bunuh diri karena cinta itu.
Sekarang aku mengusap air mataku dengan kasar, merasa begitu kesal karena air mata-air mata itu seenaknya saja jatuh ke pipiku tanpa meminta izinku sebelumnya. Kalau bisa, tentu saja aku tidak akan menginzinkan satu tetes air mata pun jatuh ke pipiku. Mungkin air mata kebahagiaan masih bisa aku toleransi, tapi jika air mata itu akibat penderitaan? Tolonglah, aku sudah cukup menderita, jangan membiarkanku menderita lebih jauh lagi.
Cinta tidak bisa di kekang. Dan cinta tidak bisa diperlakukan dengan egois. Kau harus belajar untuk mengerti dan merelakan.
Aku tidak lagi perduli dengan air mataku, tidak perduli dengan kepalaku, apa lagi pertanyaan-pertanyaan di otakku. Karena selain kelegaan yang aku rasakan karena menemukan solusi untuk mengatasi keadaanku sebelum orang lain memaksaku masuk ke rumah sakit jiwa, aku juga sekaligus merasakan kekecewaan. Kenapa hidup tidak mau membiarkanku mengecap kebahagiaanku begitu saja? Tak perlu campuri, tak perlu bumbui, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan sebagaimana adanya, itu saja.
Lihat, kan? Lagi-lagi daftar pertanyaan di dalam otakku yang memenangkan tempat utama dan berhasil memperngaruhiku lebih dulu. Tidak ada jalan lain, aku harus mulai mempelajari jurus itu. Mengerti dan merelakan, itu saja. Astaga, mengatakannya saja sudah terasa begitu berat. Aku Lelah… “
Sudah sejak siang, sore dan sampai malam ini hujan terus saja mengguyur tanpa perduli aku berada di atas motor, menerjang hujan dari satu tempat ke tempat lain. Aku kedinginan saat ini, saat duduk di depan televisi mungilku, menonton entah tayangan apa di sana sambil terus menyuap sekotak es krim yang ada di pangkuan, sendok demi sendok tanpa sadar. Karena aku sedang termenung dengan satu kata mengulang-ulang di dalam kepalaku: maafkan aku, sayang.
Benar, yang paling aku inginkan saat ini hanyalah meminta maaf. Berulang-ulang, sambil merangkak bahkan sampai menangis darah. Karena kesalahanku sudah begitu besar dan aku tidak yakin akan ada satu orang pun yang bisa mengampuniku. Tanpa kesalahan ini, dosaku sudah begitu besar dan dengan adanya dosaku yang satu ini aku yakin neraka akan menerimaku tanpa ragu dan dengan tangan terbuka.
Bukan, bukan karena aku telah membunuh, merampok, memperkosa atau memfitnah. Walaupun aku tidak yakin bahwa apa yang telah aku lakukan mungkin saja bisa membuat dampak perbuatan-perbuatan dosa itu aku lakukan juga tanpa aku sadari. Karena itulah aku katakan bahwa apa yang telah aku lakukan adalah dosa terbesar. Karena itulah saat ini aku termenung seperti orang tolol. Aku hanya berharap bisa bertemu dia dan mengungkapkan semua hal yang ada di dalam kepalaku: kata-kata permintaan maaf yang diulang-ulang itu.
Aku minta maaf karena aku mencintaimu.
Aku minta maaf karena aku…
Aku minta maaf karena…
Aku minta maaf...
Aku minta…
Aku…
Dan akhirnya air mataku mengalir.
Acara televisi sudah benar-benar aku abaikan, kotak es krim sudah aku singkirkan dan kini lututku melipat, kepalaku menunduk di atas lutut dan aku menangis, bersunguk-sunguk sampai sesak napas. Hal pertama yang paling aku sesalkan saat aku resmi menjadi dewasa adalah keadaan otakku yang hampir setiap saat dipenuhi pertanyaan. Kini, sama seperti hari-hari yang kulalui selama bertahun-tahun belakangan ini, otakku dipenuhi berbagai pertanyaan. Begitu banyak. Begitu banyaknya mungkin saja kalau otak dan tempurung kepalaku pecah berkeping-keping, aku yakin pertanyaan-pertanyaan itu akan terus mengalir tanpa henti selama berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun.
Kenapa? Kenapa aku begitu mencintaimu tapi akhirnya aku harus meminta maaf karena telah mencintaimu? Kenapa pada saat puzzle hidupku sudah terasa lengkap, segalanya mendadak berubah begitu sulit untuk di jalani? Kalau saja dari awal aku tahu bahwa mencintai seseorang akan begitu terasa menyakitkan dan berat seperti ini, mungkin aku lebih memilih untuk tidak mencintai saja. Karena rasanya begitu menyakitkan, begitu menyesakkan. Aku tidak pernah menyangka kalau cinta bisa begitu kejam, tapi sekarang aku tahu kata-kata itu terbukti benar.
Aku tegakkan kepalaku, meluruskan lututku yang mulai terasa kram, menyapu hidungku yang kotor belepotan, mataku juga, lalu mencoba menarik napas panjang. Tapi celakanya, pertanyaan lain menghampiri otakku.
Kalau begitu, apakah aku tidak boleh mencintai? Tapi kalau ternyata mencintai berarti kebahagiaan bagiku, apa itu artinya aku tidak boleh bahagia? Jadi apa yang pantas aku dapatkan? Aku hanyalah manusia biasa yang berusaha mencari kebahagiaan dengan berjuang menghadapi hidup yang begitu berliku dan nyaris kelihatan tanpa arah dan harapan. Jika semua itu malah menyakitiku, apalah artinya aku mengejar kebahagiaan itu? Jika cinta tak lagi membahagiakanku, jika hidup membuat perih, jika semuanya membuatku sakit dan merasa dikhianati. Pernahkah kau merasa hidup menusukmu dari belakang? Aku pernah dan sedang mengalaminya. Percayalah, semua itu membuatmu ingin bunuh diri.
Benar juga kata Bunda : kita tidak boleh mencintai seseorang hingga seratus persen, karena kita akan merasakan sakit yang berkali-kali lipat saat kehilangannya. Bisa dua ratus, tiga ratus, beratus-ratus. Aku sudah terjebak di dalam dilema itu, tanpa aku sadari. Sungguh sial, sebentar lagi aku bisa saja bunuh diri karena cinta itu.
Sekarang aku mengusap air mataku dengan kasar, merasa begitu kesal karena air mata-air mata itu seenaknya saja jatuh ke pipiku tanpa meminta izinku sebelumnya. Kalau bisa, tentu saja aku tidak akan menginzinkan satu tetes air mata pun jatuh ke pipiku. Mungkin air mata kebahagiaan masih bisa aku toleransi, tapi jika air mata itu akibat penderitaan? Tolonglah, aku sudah cukup menderita, jangan membiarkanku menderita lebih jauh lagi.
Cinta tidak bisa di kekang. Dan cinta tidak bisa diperlakukan dengan egois. Kau harus belajar untuk mengerti dan merelakan.
Aku tidak lagi perduli dengan air mataku, tidak perduli dengan kepalaku, apa lagi pertanyaan-pertanyaan di otakku. Karena selain kelegaan yang aku rasakan karena menemukan solusi untuk mengatasi keadaanku sebelum orang lain memaksaku masuk ke rumah sakit jiwa, aku juga sekaligus merasakan kekecewaan. Kenapa hidup tidak mau membiarkanku mengecap kebahagiaanku begitu saja? Tak perlu campuri, tak perlu bumbui, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan sebagaimana adanya, itu saja.
Lihat, kan? Lagi-lagi daftar pertanyaan di dalam otakku yang memenangkan tempat utama dan berhasil memperngaruhiku lebih dulu. Tidak ada jalan lain, aku harus mulai mempelajari jurus itu. Mengerti dan merelakan, itu saja. Astaga, mengatakannya saja sudah terasa begitu berat. Aku Lelah… “
Kamis, 31 Desember 2009
Masalah adalah "Teman"
Masalah akan datang padamu tak perduli kemana kau pergi,
Tak perduli seberapa cepat ataupun lambat dirimu.
Mungkin kau merasa baik-baik saja,
tetapi itu hanya sejenak, dan seterusnya
kau akan mulai kehilangan kendali.
Masalah adalah teman tetapi juga musuh.
Tak perduli bahwa aku makanannya,
dia selalu terlihat bertumbuh.
Dia melihat apa yg aku lihat,
dan dia tau apa yg aku tau.
Jadi jangan lupa jaga dirimu di jalan kesenangan.
Jadi jangan kaget jika dia menyakitimu.
Aku tidak ingin membiarkan dia menang,
tetapi aku tertipu oleh pesonanya.
Aku benci dengan jalan yg ia buat
Aku mencoba untuk membuatnya pergi
Dia ada di kegelapan, dia ada di hatiku
Dia menunggu di sayap-sayap
Dia memainkan sebuah peranan
Masalah adalah teman,,temanku!
Tak perduli seberapa cepat ataupun lambat dirimu.
Mungkin kau merasa baik-baik saja,
tetapi itu hanya sejenak, dan seterusnya
kau akan mulai kehilangan kendali.
Masalah adalah teman tetapi juga musuh.
Tak perduli bahwa aku makanannya,
dia selalu terlihat bertumbuh.
Dia melihat apa yg aku lihat,
dan dia tau apa yg aku tau.
Jadi jangan lupa jaga dirimu di jalan kesenangan.
Jadi jangan kaget jika dia menyakitimu.
Aku tidak ingin membiarkan dia menang,
tetapi aku tertipu oleh pesonanya.
Aku benci dengan jalan yg ia buat
Aku mencoba untuk membuatnya pergi
Dia ada di kegelapan, dia ada di hatiku
Dia menunggu di sayap-sayap
Dia memainkan sebuah peranan
Masalah adalah teman,,temanku!
Bahasa Cinta
Andai kata kulakukan tang luhur dan mulia
Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna
Andaikata kupahami, Bahasa sluruhnya
Tapi cinta yang sejati, Kunci dari semua
Andaikata kudermakan, Milikku semua
Namun hati tiada cinta, Tak mungkin bahagia
Cinta itu lemah lembut, Serta sederhana
Cinta itu murah hati, Tahan menderita
Arti cinta yang sejati, Lembut sabar hati
Tiada congkak rendah diri, Rela melayani
Ajarilah kami Bahasa CintaMu
Agar kami dekat padaMu ya Tuhanku
Ajarilah kami Bahasa Cintamu
Agar kami dekat padaMu
Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna
Andaikata kupahami, Bahasa sluruhnya
Tapi cinta yang sejati, Kunci dari semua
Andaikata kudermakan, Milikku semua
Namun hati tiada cinta, Tak mungkin bahagia
Cinta itu lemah lembut, Serta sederhana
Cinta itu murah hati, Tahan menderita
Arti cinta yang sejati, Lembut sabar hati
Tiada congkak rendah diri, Rela melayani
Ajarilah kami Bahasa CintaMu
Agar kami dekat padaMu ya Tuhanku
Ajarilah kami Bahasa Cintamu
Agar kami dekat padaMu
Evaluasi Diri
Tuhanku bila hati kawanku
terluka oleh tingkah ujarku
Dan kehendakku jadi panduku
Ampunilah
Jikalau tuturku tak semena
dan aku tolak orang berkesah
Pikiran dan tuturku bercela
Ampunilah
Dan hari ini aku bersembah
serta padaMu Bapa berserah
Berikan daku kasihMu mesra
Amin,,amin..
terluka oleh tingkah ujarku
Dan kehendakku jadi panduku
Ampunilah
Jikalau tuturku tak semena
dan aku tolak orang berkesah
Pikiran dan tuturku bercela
Ampunilah
Dan hari ini aku bersembah
serta padaMu Bapa berserah
Berikan daku kasihMu mesra
Amin,,amin..
Buka Semangat Baru
Hello teman semua Ayo kita sambut,,,hari baru telah tiba
Apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
Dan berbagi bersama...
Kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru
Coba diam walau hanya tuk sejenak,
Dengarkan kata dari sgala yang ku ucap,
Ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
Dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
Ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
Namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
Bersama kita coba wujudkan harapan,
Membuka jalan dalam gapai setiap tujuan.
Mentari bersinar selalu
Ini yang ku minta penuh semangat tertawa
Bersamamu teman semua
Karna ini saatnya kita nyanyi bersama
Dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
Esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana, berbagi bersama
Dan kita tahu, pelangi yang satukan kita
(Happy New Year semuanya...!!!!)
Apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
Dan berbagi bersama...
Kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru
Coba diam walau hanya tuk sejenak,
Dengarkan kata dari sgala yang ku ucap,
Ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
Dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
Ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
Namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
Bersama kita coba wujudkan harapan,
Membuka jalan dalam gapai setiap tujuan.
Mentari bersinar selalu
Ini yang ku minta penuh semangat tertawa
Bersamamu teman semua
Karna ini saatnya kita nyanyi bersama
Dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
Esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana, berbagi bersama
Dan kita tahu, pelangi yang satukan kita
(Happy New Year semuanya...!!!!)
Sabtu, 26 Desember 2009
Kamis, 24 Desember 2009
Relationship
Diantara dua tebing ini kita bangun sebuah jembatan,
satu sisi tebing adalah hamparan tanah yang subur,
sisi tebing yang lainnya hanyalah sebuah tanah tandus.
- Ada sebuah kisah lama dimana dua orang menempati daerah berbeda yang dipisahkan oleh suatu sungai, salah satu orang tersebut menempati daerah yang subur dengan berbagai jenis tanaman dan satunya lagi menempati daerah tandus, hanya tanaman tertentu saja yang dapat tumbuh. Kedua orang tersebut tidak saling mengenal dan bertegur sapa. Suatu saat mereka bertemu di sungai tersebut dan tertarik untuk saling mengenal dan mengetahui masing-masing daerah yang asing bagi mereka. Setelah membuat kesepakatan bersama, mereka membangun sebuah jembatan yang dapat menghubungkan kedua daerah tersebut sehingga memudahkan bagi mereka untuk saling mengunjungi. Mereka sadar bahwa kedua daerah tersebut memang seharusnya saling terhubung satu sama lain.
- Seiring berjalannya waktu, mereka dapat saling mengenal satu sama lain bahkan mereka membuat kesepakatan baru untuk saling berbagi tempat di kedua daerah tersebut. Daerah yang subur dijadikan tempat bercocok tanam bagi keperluan hidup mereka berdua dan daerah yang tandus, dibangun rumah yang kokoh dan aman terhadap gangguan alam dan binatang. Bahkan kedua orang tersebut memutuskan untuk hidup bersama dalam satu rumah.
- Relasi adalah sebuah proses saling melengkapi diantara pribadi beda, dengan segala kelemahan dan kekurangan yang melekat di dalamnya sehingga dibutuhkan sikap saling memahami, mengerti dan menerima satu diantara yang lainnya. Sebuah relasi berperan dalam menjembatani perbedaan diantara kedua pasangan dan menjadi wadah bagi penyatuan dua dunia yang berbeda dalam persepsi. Kadang pasangan kita bukanlah pribadi yang kita angankan, tapi bukankah kita hidup menetap dan berinteraksi di dunia yang nyata? Segala kelemahan dan kerapuhan satu pribadi akan ditopang dan dikuatkan oleh pasangan relasinya, demikian pula sebaliknya.
- Setiap pribadi memiliki tingkat kematangan psikologis dan kedewasaan berpikir yang berbeda satu sama lain dalam menyikapi segala aspek kehidupan, kita seringkali terjebak untuk bersikap dan berpikir berdasarkan persepsi kita sendiri. Sebuah dunia kecil. Namun dengan penyatuan ini, dunia kita menjadi luas sehingga kita tidak lagi terkungkung dan hanya mengenal dunia yang kita tempati. Pemahaman persepsi yang berbeda itu akan melebur, lahir menjadi dunia baru yang luas dimana dunia kecil dari dua pribadi itu dapat saling bertemu dan selaras. Kini kita dapat saling berkunjung ke dunia kecil pasangan kita untuk mencoba mengenal dan memahaminya tanpa adanya sikap menguasai terhadap salah satu pasangan.
- Proses tersebut merupakan sebuah awal bagi kita untuk berkreasi menciptakan sesuatu hal baru secara bersama. Bahkan segala potensi yang terpendam akan lebih tergali dan muncul, sebab kini kita telah mendiami tempat yang luas dimana dunia baru ini mampu menampung perbedaan untuk melengkapi satu sama lain sehingga tercipta sesuatu yang baru dan baik bagi kita.
Tubuh-tubuh itu berusaha melewati gang sempit ini,
dari mulut manisnya tawarkan setumpuk harapan palsu untukku.
Kini gang sempit ini telah kututup rapat,
biar mereka tak bisa lagi masuk dan mengusikku.
- Sebuah relasi antara dua pribadi terdapat celah bagi pribadi lain untuk hadir dan menggoyahkan komitmen yang telah disepakati bersama. Hubungan yang telah terbangun menjadi rentan terhadap godaan dari seseorang yang hadir di saat kita kesepian, merasa seolah seorang diri dengan kesulitan dan permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak sadar bahwa rasa sepi adalah sebuah kondisi yang kita ciptakan sendiri atas ketidakmampuan kita menerima kegagalan pasangan kita menjadi pribadi yang kita harapkan untuk bisa hadir dan memenuhi kebutuhan kita. Semua itu akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka, tatkala kita memaksakan pasangan kita supaya mampu memenuhi segala bentuk kebutuhan kita, akhirnya ego menguasai diri kita dengan sikap kita yang berusaha mencari pemenuhan kebutuhan dari pribadi lain dan mendevaluasi pasangan kita. Kitapun akan kehilangan makna sebuah relasi.
- Kebutuhan dalam sebuah relasi hanyalah sekedar rasa dan kadang bersifat temporal semata. Ibarat ketika hari ini kita menginginkan minuman dengan rasa strawberry tetapi yang tersedia hanyalah rasa orange, apakah kita harus mencampakkannya? Pasangan kita dapat diandaikan sebagai minuman bercita rasa orange dan kebutuhan kita adalah minuman dengan cita rasa strawberry. Apakah karena pasangan kita tidak mampu menghadirkan dan memberikan rasa tertentu pada diri kita, maka kita akan meninggalkannya dan mencari pribadi lain? Tak seorangpun manusia yang bisa sempurna dan mampu secara pribadi untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan kita.
- Apakah dalam sebuah relasi yang telah dilandasi dengan komitmen, kita berani untuk mau dan mampu menerima pasangan kita sebagai pribadi dengan rasa dan kekhasannya? Atau kita mencoba mencari dan mencari terus, dan memberikan kesempatan hadirnya pribadi lain hanya sekedar untuk memenuhi segala rasa yang kita inginkan? Sampai kapan?
Lapuk perahuku terkayuh kulai tertahan badai,
sejenak layar asaku kehilangan arah mencari dermaga bersimpuh letih.
Kemana lagi harus kulempar sauh dan kuturunkan segala beban,
hingga waktunya tiba untuk mengangkat sauh dan kembali laju perahuku
- Perjalanan sebuah relasi bagaikan sebuah perahu yang berlayar dari dermaga satu ke dermaga lain menuju suatu tempat perhentian terakhir. Kejenuhan dan hambarnya sebuah relasi seringkali menghampiri dan menjadi momok yang sulit diatasi. Tak ayal lagi komitmen dengan segala kesepakatan dan tujuan hidup bersama menjadi terkoyak dan kehilangan arah akan dibawa kemana sebuah relasi. Segala kompromi dan toleransi yang terjalin diantara dua pribadi selama ini seolah tercabut, dan dihempaskan ke dasar laut.
- Tak dapat disangkal, kadang kita sibuk dan larut dengan dunia kita sendiri tanpa menghiraukan pasangan relasi kita, apalagi ditambah dengan keletihan beban hidup masing-masing pribadi dan kebosanan akan rutinitas selama berelasi membawa pengaruh yang tak dapat pungkiri menjadi alasan kegagalan sebuah relasi. Kita terjebak pada seputar permasalahan tanpa mencari solusi yang bersifat kolektif, akhirnya permasalahan terdistorsi menjadi sebuah konflik.
- Badai dan gelombang dalam perjalanan sebuah relasi seringkali membuat hidup kita seolah-olah terhenti bahkan surut untuk menghadapi realitas hidup ini. Namun kita harus bijak dengan memaknainya sebagai sebuah jeda. Dimana sejenak kita meletakan segala beban dan mencari energi baru untuk melanjutkan perjalanan hidup. Menjadi pertanyaan bagi kita, apakah kita begitu saja menyerah dengan kenyataan ini.
Jalanku dan jalanmu adalah jalan kita,
dan kita warnai jalan kita dengan warna kita pula.
- Tekanan ataupun kesulitan hidup tak bisa lepas dari kehidupan sebuah relasi, namun itu semua hanyalah warna hidup. Kita harus meyakini bahwa warna hidup tidaklah absolut, warna dapat berubah sesuai kehendak kita. Bukankah jika kita menginginkan warna putih kita bisa mendapatkannya dengan mencampurkan warna merah, hijau dan biru ataupun dengan menggabungkan warna kuning dan biru? Sesuatu tak ada yang mustahil untuk merubah warna hidup kita. Dibutuhkan adanya daya cipta kreasi dalam kehidupan kita yang secara dahsyat mampu merubah apapun warna hidup kita.
- Kerjasama dalam relasi menjadi salah satu kunci bagi kreativitas daya cipta kreasi. Relasi menjadi semu apabila setiap pasangan relasi berjalan sendiri-sendiri tanpa melibatkan pasangan relasinya. Mungkin jika hanya sebagai satu pribadi kita akan sulit berkreasi menghasilkan warna hidup baru, namun dengan penggabungan dua pribadi dalam kerjasama segala sesuatu akan mudah sebab kita telah mengabungkan warna hidup masing-masing pribadi.
Selasa, 22 Desember 2009
Dilema Cinta
Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang kuberi untukmu
Tak ada satupun perasaan
Yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Telah kucoba segala cara
Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang kubayangkan
Bila kau tak inginkan ku tuk disisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang kuberi untukmu
Tak ada satupun perasaan
Yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Telah kucoba segala cara
Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang kubayangkan
Bila kau tak inginkan ku tuk disisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Langganan:
Postingan (Atom)












