Rabu, 31 Maret 2010

To Be True [song/words: Jrx]

Looking great, today is the day
Cigarette still on the ashtray
Dust and smokes, essence of one last thought
I'm leaving this place today

Memories, the laugh and the tears
Sweat and blood, they drops and they drops constantly
Now stop, I'm facing my only fear
And I am not alone

Do we have to live in troubled times
Do we have to hate just to be cool
I don't know, I don't think I can pretend it anymore
Do we have to be tough all the time
Shoot your brain with insecurities
I don't know, I don't think I can....

Coz when you've got to be strong
Be as strong as you can just don't lie
Coz when you need to cry
There'll be someone who'll kiss you goodbye

Gotta stay who you are
Till the day you die just be true
And when you've got to be strong
be as strong as you can just don't lie....

Saint Of My Life

Goodnight, goodnight my little angel
Goodnight, goodnight my little ones
Spread your wings and fly away into your dreams
When you were slept i’m on your side
and When your awake i’ll be there still
Close your eyes for the smile on your faces..
Don’t be scare, cause i’ll be there to hold you tight
You’re the king, you’re the queen, you’re the saint of my life..
When your awake it’s trembling down don’t you cry
cause there’s nothing, nothing then will keep us a part

aaahhaaaahhaaaa

Sing with me my little darling..
Sing a long to this lullaby..
Big there mouth kiss the stars
so goodnight….

(guitar solo)

Goodnight, goodnight my little angel
Goodnight, goodnight my little ones
Spread your ways and fly away into your dreams
When you were slept i’m on your side
and When your awake i’ll be there still
Close your eyes for the smile on your faces..
Don’t be scare, cause i’ll be there to hold you tight
You’re the king, you’re the queen, you’re the saint of my life..
When your awake it’s trembling down don’t you cry
cause there’s nothing, nothing then we keep us a part
Don’t be scare, cause i’ll be there to hold you tight
You’re the king, you’re the queen, you’re the saint of my life..
When your awake it’s trembling down don’t you cry
cause there’s nothing, nothing then we keep us a part

Ledakan Nova Membersihkan Debu di Sekelilingnya


Keck Interferometer di W.M Keck Observatory, Mauna Kea Hawaii berhasil mengamati ledakan bintang yang dikenal dengan nama nova dan berhasil memberikan informasi yang cukup spesifik tentang kejadian ini. Pengamatan dilakukan oleh Keck Interferometer dengan menggabungkan 2 teleskop Keck 10 meter menjadi sebuah megateleskop tunggal. Dalam pengamatan ini, Keck Interferometer menggunakan mode null untuk mengambil data nova yang dikenal dengan nama RS Ophiuchi.
Dengan mode “nulling”, Keck Interferometer menekan cahaya dengan kecerlangan yang sangat tinggi dari bintang, sehingga para pengamat bisa mempelajari area disekitarnya. Instrumen ini membantu para pengamat untuk mengamati objek redup yang berada di dekat sumber yang terang.
Nulling mode ini dibangun untuk pencarian area debu di sekitar bintang, di daerah planet mungkin akan terbentuk. Dengan mode ini, cahaya yang cerlang dari bintang akan diblok. Data nova diambil oleh tim dari NASA JPL, sedangkan pengolahan data dilakukan oleh Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Md.

Ledakan bintang katai putih RS Oph.kredit gambar : David A. Hardy & PPARC
Bintang di konstelasi Ophiuchus menjadi nova pada tanggal 12 Februari 2006. Sistem nova tersebut dikenal dengan nama RS Ophiuchi, yang terdiri dari bintang katai putih dan bintang raksasa merah. Bintang raksasa merah dalam sistem tersebut secara bertahap mengalirkan gas masif dari lapisan terluarnya. Sedangkan, bintang katai putih menangkap gas yang dialirkan tersebut dan menambah massanya dari waktu ke waktu. Saat materi semakin banyak yang dibangun di permukaan katai putih, akhirnya tercapailah temperatur kritis yang menyalakan ledakan termonuklir sehingga menyebabkan sistem tersebut menjadi sangat terang hingga 600 fold. Dalam pengamatan sebelumnya, RS Oph terlihat mengembangkan selubungnya pada tahun 1898, 1933, 1958, 1967 dan 1985. Karena itu para astronom sudah mengantisipasi kemungkinan adanya ledakan.
Tiga setengah hari setelah nova dideteksi, tim peneliti melakukan pengamatan menggunakan Keck nuller. Instrumen diset untuk meniadakan cahaya dari nova, sehingga materi disekeliling yang jauh lebih redup bisa terlihat demikian juga area ledakan yang sangat terang. Hasil pengamatan menggunakan nuller mode menunjukan bahwa tidak ada debu di dalam area yang sangat terang. Diperkirakan, ledakan yang terjadi menguapkan partikel debu di area tersebut. Namun, lebih jauh lagi dari katai putih, pada jarak mulai 20 kali jarak Bumi - Matahari, nuller merekam tanda spektrum kimia dari debu silikat. Gelombang ledakan yang terjadi belum mencapai daerah tersebut. Dengan demikian, debu tersebut sudah ada disana sebelum ledakan terjadi.
Para astronom sebelumnya menduga kalau ledakan nova akan menghasilkan debu. Namun, dari hasil pengamatan nova RS Oph, diduga debu terbentuk saat bintang katai putih membelah (atau berada di) angin bintang raksasa merah. Akibatnya, terbentuk pola baling-baling dari daerah dengan kerapatan tinggi yang mengingatkan kita pada galaksi lengan spiral. Di dalam lengan galaksi, atom akan menjadi cukup dingin dan cukup rapat sehingga atom-atom akan saling mengikat dan membentuk partikel debu. Ledakan nova justru merusak pola baling-baling tersebut, namun ia akan kembali terbentuk dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, pengamatan lanjutan dari teleskop Spitzer akan bisa melihatnya.
Sebagian besar studi RS Oph dilakukan menggunakan model spektroskopik, yang tidak bisa membedakan berbagai komponen nova secara mendetail seperti yang dilakukan interferometer. Mode nuller dari Keck mengukur satu komponen sistem RS Oph dengan akurasi 4 milli detik busur atau seukuran bola basket yang dilihat dari jarak 7500 mil.
sumber : NASA / JPL

Iklim Global


Secara langsung maupun tidak langsung, angin dan awan di permukaan bumi terkait dengan matahari. Panas dari matahari memproduksi perbedaan temperatur, yang mengarahkan pada perbedaan temperatur. Dan angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah.
Laut menjadi tempat penyimpanan panas matahari, dan arus laut global menggerakkan energi yang tersimpan tersebut, menyebabkan adanya iklim global, dari angin sepoi-sepoi sampai adanya badai lautan. La-nina, el-nino, merupakan salah satu fenomena musiman, yang selalu terjadi setiap tahun, seiring dengan perubahan bumi mengelilingi matahari. Demikian juga dengan interaksi harian antara udara tropis yang hangat-lembab dan udara dingin arktik yang menyebabkan adanya tornado di selatan dan barat-tengah amerika, dan kadang-kadang mengarah ke timur laut. Pergeseran kutub bumi dalam mengelilingi matahari juga merupakan penyebab terjadinya musim.
Studi mendalam juga dilakukan untuk menunjukkan adanya hubungan antara siklus matahari dengan tingkat terjadinya awan. Seperti juga yang telah dilakukan LAPAN, mengenai tingkat terjadinya awan dengan silus 11-tahunan matahari.
Studi mengenai perubahan kecerlangan matahari, memunculkan dugaan adanya kaitan dengan pemanasan global. Meskipun masih lebih dipercaya bahwa pemanasan global lebih disebabkan karena peningkatan kadar karbon dioksida di bumi, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa matahari-pun memberikan sumbangan pada pemanasan global. Ketika siklus matahari menuju maksimum, matahari menjadi lebih cerlang, terdapat banyak bukti yang mendukung hubungan antara kecerlangan dan tingkat ‘kehangatan’ global. Hubungan ini tidak hanya untuk siklus 11-tahun-an, tetap untuk periode yang lebih panjang dari aktivitas tinggi dan rendah matahari.
Studi cincin pohon dan es glasial masa lalu menjadi petunjuk temperatur global masa lalu, dan dicoba dicari kaitannya dengan siklus matahari dimasa lalu. Terutama, (kembali) pada jaman es kecil, menjadi petunjuk yang sangat berharga mengenai kaitan tersebut. Aktivitas matahari ternyata cukup tinggi sebelum abad ke-13. Meskipun masih menjadi perdebatan mengenai total keluaran matahari apakah cukup untuk mempengaruhi secara kuat iklim di bumi, tetapi tidak dapat disangkal hubungan tersebut memang ada.
Semburan angin matahari dalam bentuk radiasi, berarti juga adanya semburan proton. Ketika terjadi badai, proton membombardir atmosfer atas, memecah molekul gas seperti nitrogen dan uap air. Ketika terbebaskan, atom-atom tersebut bereaksi dengan molekul ozon dan memecah-nya menjadi unsur yang berbeda. Studi menggunakan satelit menunjukkan bahwa efek tersebut memang terjadi, meskipun kecil tetapi terukur. Dengan demikian, matahari memberikan pengaruh pada perubahan lubang ozon di atmosfer bumi.

Es di Greenland dan Global Warming


Tahun 2006, Greenland mengalami hari-hari mencairnya salju pada ketinggian yang lebih tinggi dibanding ketinggian rata-rata selama 18 tahun. Hasil pengamatan harian menunjukkan mencairnya salju di lapisan es Greenland mengalami peningkatan setiap harinya. 

Monitoring terhadap pelelehan saju di lapisan es Greenland secara harian dilakukan dengan Special Sensor Microwave Imaging radiometer (SSM/I) yang berada di pesawat ruang angkasa Defense Meteorological Satellite Program. Sensor akan mengukur sinyal elektromagnetik yang dipancarkan lapisan es dan mendeteksi lelehan salju yang terjadi lebih dari 10 hari lebih lama dari rata-rata yang terjadi pada area tertentu di Greenland.
Dengan adanya hasil pengamatan satelit secara periodik memberikan data dan informasi yang akan membantu para peneliti untuk mengetahui kecepatan alir glacier, banyaknya air dari salju yang mencair dan bergabung dengan lautan disekitarnya, juga untuk mengetahui seberapa banyak radiasi Matahari yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer. Jumlah hari dimana terjadi pelelehan di tahun 2006 berada di atas rata-rata proses pelelehan di tahun 1988-2005. Area merah gelap mingindikasikan anomali jumlah hari yang berada di atas rata-rata.
Salju kering dan basah memang terlihat sama jika dilihat untuk pertama kalinya. Tapi salju yang basah dan salju yang mengalami pembekuan kembali, memiliki tingkat penyerapan radiasi sinar Matahari yang lebih tinggi, dan hanya memantulkan 50-60 persen ke atmosfer. Sedangkan salju kering, memantulkan kembali 85 % radiasi Matahari. Dengan kata lain, salju yang meleleh akan menyerap 3-4 kali energi yang sama dibanding salju kering. Ini tentu akan memberi pengaruh yang besar pada persediaan energi di Bumi.

Mencairnya salju di Greenland memberi pengaruh yang sangat besar terhadap luas lapisan es yang terus berkurang dan terhadap tinggi dan dalam lautan diseluruh dunia. Sebagian air yang dihasilkan dari salju yang mencair juga akan mengalir kedalam glacier melalui patahan-patahan dan alur lubang vertikal (moulin), kemudian mencapai lapisan batuan dibawahnya dan melubrikasi (meminyaki, mencairkan) lapisan es diatasnya.
Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Fenomena ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.
Gambar skematik permukaan glacial yang mengilustrasikan bagaimana moulins mentransport air ke dasar glacier.
sumber : NASA

Di Epoh Mana Kita Tinggal?


Sebuah kelompok yang terdiri dari para pakar geologi mengusulkan epoh geologis baru, Anthropocene, yang meliputi sekitar 200 tahun sejarah geologis. Usulan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa aktivitas manusia telah menjadi agen perubahan terbesar bagi topografi dan iklim Bumi selama dua abad terakhir ini.
Tiap-tiap lapisan kerak Bumi mengungkap bagaimana kondisi di masa lampau Bumi. Para peneliti telah menelaah secara teliti sejarah geologis ini, memilah-milah lapisan, dan mengklasifikasikannya ke dalam berbagai durasi seperti eon, era, perioda, dan epoh. Sebagai contoh, periode Carboniferous (360-300 juta tahun lalu) untuk deposit batubara yang luas, terbentuk di daerah berhutan-hutan dan berawa-rawa. Bahkan istilah-istilah juga diambil dari biologi seperti Paleozoic (~kehidupan purba) dan Cenozoic (~kehidupan yang lebih muda).
Bumi telah diterpa berbagai kekuatan alam sepanjang hayatnya, berupa tiupan angin, terpaan gelombang, dan pancaran sinar matahari. Namun, pengaruhnya terhadap kehidupan bervariasi. Kemunculan makhluk yang bisa berfotosintesis sehingga menghasilkan oksigen, berkembangnya tumbuhan daratan, dan peristiwa-peristiwa evolusioner lainnya telah mengubah wujud planet biru kita secara dramatis. Dan kini, giliran manusia yang berperan. Dalam 200 tahun terakhir, semenjak jumlah populasi manusia melonjak hingga 1 milyar, pemanfaatan bahan bakar fosil, tumbuh kembangnya kota-kota metropolitan, dan pengaruh-pengaruh lainnya mulai berdampak pada proses pelapisan-pelapisan tanah serta batuan. Atas dasar itulah sebuah kelompok ilmuwan dari Inggris ingin mengubah tatanan geologis untuk mengakomodasi perubahan tadi.
Pakar geologi dari Universitas Leicester U.K., Jan Zalasiewicz, meminta International Commission on Stratigraphy secara resmi menandai akhir epoh sekarang. Nama yang diajukan adalah Holocene (~seluruhnya baru), dimulai sejak pascazaman es terakhir, sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sementara, epoh yang paling anyar dan mutakhir mestinya dinamai Anthropocene. Sebagai landasan argumen, para peneliti tadi mengutip beraneka ragamnya tren sejak awal Holocene hingga saat ini. Tren-tren tersebut menunjukkan tanda-tanda yang jelas dipengaruhi oleh aktivitas manusia, dan beberapa di antaranya telah menjadi nyata dalam rekaman geologi. Sejak tahun 1800-an konsentrasi timbal di air dan tanah telah meningkat drastis, karbondioksida memenuhi atmosfer, dan bendungan-bendungan memerangkap sejumlah endapan. Mereka berpendapat bahwa proses-proses ini mengimbangi, bahkan melebihi, kekuatan alam.
Ahli geologi dari Pennsylvania State University, Richard Alley, menguatkan argumen tadi. Ia menyebutkan impak manusia terhadap air, udara, es, dan ekosistem jelas terlihat, besar, dan terus meningkat. Jauh di masa depan, para ahli geologi akan menarik garis baru dan mulai memakai nama baru untuk suatu masa dan tempat ketika impak kita tampak.
Sumber: AAAS ScienceNOW

Lubang Hitam Pun Berhenti Bertumbuh


Lubang hitam ultra masif mengintip dari pusat galaksi salah satu galaksi cluster terbesar. Kredit gambar : NASA
Alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Ada sebagian yang telah terungkap namun sebagian besar masih membangun keingintahuan. Namun beberapa waktu lalu para peneliti dari Universitas Yale berhasil menemukan lubang hitam masif yang tampaknya menjadi batas teratas besarnya sebuah lubang hitam.
Lubang hitam dulunya dianggap sebagai objek eksotik yang langka. Namun saat ini telah diketahui kalau lubang hitam adalah objek yang banyak terdapat di seluruh alam semesta ini. Biasanya lubang hitang yang besar dan masif bisa ditemukan di pusat galaksi-galaksi besar. Lubang hitam yang ultra-masif diperkirakan memiliki massa lebih dari 1 milyar kali massa Matahari.
Kali ini, Priyamvada Natarajan dari Yale University dan Radcliffe Institute for Advanced Study beserta Ezequiel Treister dari University of Hawaii menunjukan monster gravitasi terbesar tersebut tidak akan bisa terus tumbuh selamanya. Ada saat dimana mereka menahan laju pertumbuhannya pada saat mereka mencapai akumulasi sekitar 10 milyar kali massa Matahari.
Lubang hitam ultra masif ini ditemukan di pusat galaksi ellips raksasa di dalam galaksi cluster yang sangat besar, dan diketahui sebagai yang terbesar di alam semesta. Bahkan lubang hitam terbesar di pusat Bima Sakti masih ribuan kali kurang masifnya dibanding pemangsa raksasa ini. Namun yang menarik, lubang hitam raksasa yang mengakumulasi massa dengan menghisap materi dari gas, debu dan bintang di area sekelilingnya ternyata tidak mampu bertumbuh melampaui batas yang saat ini tampak di alam semesta. Ini tidak hanya terjadi sekarang, namun di setiap epoch alam semesta mereka akan berhenti bertumbuh saat mencapai batas massa tersebut.
Mengapa lubang hitam itu berhenti berevolusi? Menurut Natarajan, lubang hitam tersebut tampaknya mencapai suatu kondisi ketika lubang hitam meradiasi energinya ketika ia menghisap sekelilingnya, sehingga berakhir dengan mengganggu pasokan gas mereka, yang bisa mengganggu pembentukan bintang di sekitarnya.Penemuan ini memberi implikasi pada studi pembentukan galaksi di masa depan. Hal ini terkait dengan keberadaan lubang hitam yang berada di pusat galaksi dan turut berevolusi bersama.
Sumber : Yale University

Bintang Katai Putih Terpanas!


Bintang katai putih di kluster globul M4, pada foto ini hanya bintang yang sangat redup yang merupakan katai putih. Kredit : NASA and H. Richer - University of British Columbia
Setiap bintang akan mengakhiri masa hidupnya entah sebagai supernova, lubang hitam atau pun katai putih. Matahari adalah salah satu bintang yang kelak akan mengakhiri hidupnya sebagai bintang katai putih, sebuah bintang kompak yang dingin. Tapi apakah bintang katai putih akan jadi bintang yang dingin saja? Ternyata tidak juga.
Belum lama, tim astronom dari Jerman dan Amerika berhasil menemukan sebuah bintang katai putih yang sangat panas dengan temperatur permukaan 200000K. Penemuan ini dihasilkan dari pengamatan ultraviolet jauh pada bintang katai putih KPD 0005+5106 menggunakan perangkat landas angkasa Far-Ultraviolet Spectroscopic Explorer (FUSE) milik NASA.
Bintang katai putih N KPD 0005+5106 yang diamati ini tercatat sebagai salah satu bintang terpanas di antara bintang-bintang terpanas. Saking panasnya, bagian fotosfernya menampakan garis emisi (garis pancaran) pada spektrum ultraviolet, fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanda keberadaan garis emisi ini berasal dari kalsium yang terionisasi secara ekstrim, yang sekaligus merupakan tahap ionisasi paling tinggi dalam elemen kimia yang pernah ditemukan pada spektrum fotosfer bintang.
Bintang bermassa menengah (1- 8 massa Matahari) akan mengakhiri hidup mereka sebagai objek kompak berukuran Bumi setelah kehabisan energi nuklirnya. Bintang inilah yang kita kenal sebagai bintang katai putih. Selama masa transisi dari bintang yang melakukan pembakaran nuklir ke katai putih, bintang akan menjadi sangat panas. Diperkirakan temperaturnya secara umum akan berkisar pada 100000 K. Teori evolusi bintang memprediksikan kemungkinan bintang pada masa transisi ini akan jadi lebih panas lagi. Sayangnya kemungkinan untuk bisa mengamati bintang ini akan sangat sulit, terutama karena periode hidup bintang pasa fase ini akan sangat singkat.
KPD 0005+5106 ditemukan pada tahun 1985 sebagai bintang biru yang lemah namun berhasil menarik banyak perhatian karena spektrum optik yang diambil dengan teleskop landas bumi menunjukan indikasi sebagai katai putih yang sangat panas. Bintang KPD 0005+5106 tergolong dalam kelas bintang katai putih langka yang atmosfernya didominasi oleh helium. Analisa detil spektrum bintang yang dikombinasi dengan pengamatan ultraviolet yang dilakukan Hubble Space Telescope (HST) berhasil memberi petunjuk kalau temperaturnya mencapai 120000 K. Dengan demikian KPD 0005+5106 menjadi bintang terpanas di kelasnya, bersaing dengan bintang katai putih panas yang ditemukan beberapa tahun lalu dalam Sloan Digital Sky Survey.
Observatorium FUSE melakukan pengamatan spektroskopik pada rentang panjang gelombang ultraviolet jauh yang tidak dapat dilakukan oleh HST. Sepanjang masa bekerjanya (1999-2007), FUSE mengamati KPD 0005+5106 yang juga merupakan target kalibrasi untuk mengetahui performa teleskop. Hasilnya, satu set data dengan kualitas yang luar biasa berhasil disusun dari hasil pengamatan FUSE oleh tim astronom K. Werner, T. Rauch, dan J.W. Kruk.
Inspeksi lanjutan dari tim ini menunjukan keberadaan 2 garis emisi dari kalsium dan detil model atmosfer bintang berhasil menunjukan asal fotosfernya. Hasil analisis menunjukan bintang ini memiliki temperatur 200000 K, yang memungkinkan keberadaan garis emisi tersebut.
Meskipun secara teori diprediksi keberadaan katai putih panas seperti itu memang ada, namun bintang justru memberi tantangan lain pada konsep volusi bintang yang kita ketahui berdasarkan komposisinya. Pengukuran kelimpahan kalsium (1-10 kali Matahari) yang dikominasikan dengan atmosfrnya yang kaya helium menunjukan komposisi kimia permukaan yang tidak diprediksi oleh model evolusi yang ada.

Budaya kerja bangsa Jepang


Budaya kerja bangsa Jepang melalui azas memandang ke Timur :
        Pencatatan waktu.
        Bekerja dalam tim.
        Senam sebelum bekerja.
        Mempelajari cara kerja sebelum memulai kerja.

__

Pada tahun 1960, rata-rata jam kerja
pekerja Jepang adalah 2.450jam/tahun
__

Pada era 1980-an, Malaysia memperkenalkan
asas memandang ke Timur dengan menjadikan
Jepang sebagai contoh dan teladan
dalam keberhasilan ekonomi.
__

Sikap rajin, optimis, kreatif dan tepat waktu
merupakan ciri-ciri bangsa maju.
__

Berani mengubah sikap menjadikan bangsa Jepang
lebih maju dan lebih mampu bersaing.

Membangun Bisnis Indonesia ( Bag.2 )


Budaya Kerja Bangsa Jepang
Bangsa Jepang sanggup bekerja lembur, meskipun tidak dibayar. Itu merupakan wujud kesetiaan dan komitmen mereka pada perusahaan. Kesungguhan dan sikap kerja keras pekerja Jepang tidak dapat ditandingi oleh bangsa-bangsa lain sehingga mereka sanggup mengorbankan kepentingan pribadi dan juga waktu bersama keluarga. Meskipun pekerja Jepang bekerja lima hari seminggu, catatan jam kerja mereka paling tinggi dibandingkan pekerja Eropa Barat dan AS.

Akan tetapi, kesejahteraan ekonomi dan sosial yang pekerja Jepang dirasakan menyebabkan adanya sedikit penurunan dalam jam kerja mereka. Meskipun begitu, jumlah itu tetap yang tertinggi di dunia.

Pada tahun 1960, rata-rata jam kerja pekerja Jepang adalah 2.450 jam/tahun. Pada tahun 1992, jumlah itu menurun menjadi 2.017 jam/tahun. Namun, jumlah jam kerja itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata jam kerja di negara lain, misalnya Amerika (1.957 jam/tahun), Inggris (1.911 jam/tahun), Jerman (1.870 jam/tahun), dan Prancis (1.680 jam/tahun).

Perkiraan tersebut berdasarkan penggunaan jam kerja secara maksimal dan produktif. Kerajinan dan kemauan bangsa Jepang untuk bekerja melebihi jam kerja membuahkan hasil positif, yaitu membantu perkembangan dan pertumbuhan pesat ekonomi Jepang. Dalam hal itu, tidak ada yang memperkirakan bahwa Jepang dapat bangkit dan pulih kembali dalam waktu yang begitu singkat setelah mengalami masa-masa sulit pada era 1940 - 1950an.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian dan keinginan banyak negara, termasuk Malaysia, untuk mempelajari formula keberhasilan Jepang tersebut. Pada era 1980-an, Malaysia memperkenalkan asas memandang ke Timur dengan menjadikan Jepang sebagai contoh dan teladan dalam keberhasilan ekonomi. Azas itu diperkenalkan dengan tujuan rakyat Malaysia dapat mempelaiari dan mengikuti etika kerja orang Jepang.

Budaya kerja bangsa Jepang yang diperkenalkan melalui azas ini antara lain pencatatan waktu, senam pagi sebelum bekerja, bekerja dalam tim, dan penjelasan singkat rnempelajari cara kerja sebelum memulai kerja. Kaidah dan etika kerja tersebut merupakan ciri-ciri dan budaya kerja di Jepang. Akan tetapi, budaya kerja tersebut tidak berhasil diterapkan dalam budaya kerja orang Malaysia.

Untuk menerapkan budaya kerja orang Jepang, diperlukan sikap konsisten dan komitmen tinggi. Jika tidak dilaksanakan sungguh maka akan sia-sia belaka. Sebenarnya, budaya dan kebiasaan kerja bangsa Jepang dapat diterapkan dalam suatu negara dengan cara menyesuaikannya dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Budaya kerja Jepang tidak sulit diterapkan, asalkan setiap orang mau mengubah sikap. Sikap rajin, optimis, kreatif, dan tepat waktu, merupakan ciri-ciri bangsa maju. Bangsa Jepang maju karena mereka rajin. Begitu juga dengan bangsa Cina. Mereka juga rajin seperti Jepang, meskipun tidak melebihi Jepang. Bangsa Jepang memiliki semangat kerja tinggi. Saat melakukan suatu pekerjaan, mereka selalu bersemangat. Sebenarnya, potensi tersebut dimiliki semua bangsa. Namun, tidak semua negara mampu mengelola potensi itu dengan baik. Bangsa Jepang menggunakan potensi itu dengan baik, Sehingga mereka maju. Mereka menjadikan potensi itu sebagai budaya yang di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, setiap bangsa perlu mengubah sikap dengan cara membentuk sikap, budaya kerja, dan cara hidup seperti halnya bangsa Jepang. Dengan demikian, keberhasilan dan kemajuan dapat dicapai. Akan tetapi, setiap bangsa juga perlu mempertahankan jati diri mereka seperti seperti halnya Jepang. Perubahan sikap tidak menghilangkan jati diri Jepang sebagai bangsa berdaulat, tetapi menjadikan mereka sebagai bangsa yang mampu bersaing. 


  Rahasia Bisnis Orang Jepang, oleh : Ann Wan Seng
Belajar dari : Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
 

Membangun Bisnis Indonesia ( Bag.1 )


Disiplin Kerja Bangsa Jepang
Faktor keberhasilan dan kehebatan bangsa Jepang terletak pada disiplin kerja yang tinggi. Pada dasarnya, etos dan budaya kerja orang Jepang tidak jauh berbeda dengan bangsa Asia lainnya. Jika bangsa Jepang disebut pekerja keras, maka bangsa Cina, Korea, dan bangsa Asia lainnya juga pekerja keras. Namun, mengapa bangsa Jepang yang lebih berhasil dan maju dibandingkan bangsa Asia lainnya? Kejayaan tersebut memposisikan mereka sejajar dengan bangsa Barat. Jika dilihat dari segi fisik, tubuh orang Jepang lebih kecil dibandingkan bangsa Asia Iainnya. Bahkan, ukuran fisik mereka tidak sebanding dengan ukuran fisik orang Barat. Meskipun demikian, bangsa Jepang adalah bangsa yang maju.

Dari segi makanan, tidak ada perbedaan yang mencolok antara bangsa Jepang dengan bangsa lain di wilayah ini. Bangsa Jepang makan nasi. Begitu juga dengan bangsa Cina dan Melayu. Bahkan, nasi yang dimakan bangsa Cina dan Melayu lebih banyak daripada bangsa Jepang. Jika dinilai dan segi kepintaran dalam bisnis, bangsa Cina lebih hebat berbisnis dibandingkan orang Jepang. Jadi, apakah sebenarnya faktor yang menyebabkan bangsa Jepang menjadi bangsa yang hebat dan dikagumi masyarakat dunia? Apakah kelebihan dan keistimewaan bangsa Jepang? Apakah ciri khas mereka sehingga menjadi bangsa yang pintar?

Sebenarnya, keberhasilan dan kehebatan bangsa Jepang terletak pada disiplin kerja mereka yang tinggi. Disiplin itulah yang membentuk sikap dan semangat kerja keras pada bangsa Jepang. Disiplin juga menjadikan mereka patuh pada perusahaan dan mau melakukan apa pun demi keberhasilan perusahaan mereka. Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharapkan bayaran. Bagi orang Jepang, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dalam pikiran dan jiwa mereka, hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Mereka mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan.

Disiplin dikaitkan dengan harga diri. Jika mengalami kegagalan, maka bukan organisasi dan perusahaan yang menanggung malu, melainkan para pekerja yang akan merasa malu dan kehilangan harga diri. Jadi, untuk menjaga harga diri nama, dan citra diri yang baik, mereka harus memastikan keberhasilan organisasi dan perusahaan. Oleh karena itu, tidak heran orang Jepang sanggup bekerja mati-matian untuk memajukan perusahaan dan organisasinya. Mereka senang jika disebut sebagai pekerja keras. Mereka merasa dihargai jika diberikan pekerjaan dan tugas yang berat. Sebaliknya, mereka merasa terhina dan tidak berguna jika tidak diberikan suatu pekerjaan yang menantang. Orang Jepang rela menghabiskan waktu mereka di tempat kerja daripada pulang lebih cepat ke rumah.

Keadaan ini sangat berbeda dengan budaya kerja orang Indonesia yang biasanya selalu ingin pulang lebih cepat. Sebagian dari kita menganggap pulang bekerja lebih cepat merupakan suatu cerminan status sosial yang lebih tinggi. Hal itu berbeda dengan pandangan orang Jepang. Di Jepang, orang yang pulang lebih cepat dianggap sebagai pekerja yang tidak penting dan tidak produktif. Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja.

Hal itu berbeda dengan budaya kerja kebanyakan orang di Negara-negara lain. Biasanya, para pekerja itu hanya bersedia bekerja lembur jika diberikan bayaran dan insentif lainnya. Jika tidak, maka mereka tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Keadaan seperti itu tidak terjadi di Jepang. Di sana, setiap pekerja memberi perhatian penuh dan fokus pada pekerjaan mereka. Jika tidak diawasi pun mereka bekerja dengan baik dan tidak malas. Setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh disiplin dan dedikasi.

Namun, bukan berarti orang Jepang tidak mempunyai masa bersantai. Mereka bersantai setelah selesai bekerja. Yang mengherankan adalah orang Jepang selalu datang ke tempat kerja tepat waktu meskipun pada malam harinya mereka bersenang-senang di tempat hiburan dan terkadang minum sampai mabuk. Mereka selalu datang tepat waktu dan bekerja seperti biasa.

Sebenarnya, sikap disiplin bangsa Jepang tidak ada bandingannya. Mereka golongan pekerja yang paling disiplin. Orang yang tidak memiliki disiplin tinggi dianggap tidak layak bekerja dengan mereka. Orang Jepang tidak bisa berkompromi dengan hal yang berkaitan dengan disiplin. Hal itu mirip dengan sebagian masyarakat Indonesia yang tidak bisa berkompromi dengan hal yang berkaitan dengan adat.

[Fakta Menarik] Manfaat disiplin :
·         Membentuk sikap dan semangat bekerja yang kuat
·         Menjadikan mereka patuh pada perusahaan
·         Mau melakukan apa saja demi perusahaan

Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja tanpa mengharapkan bayaran. Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja.

  Rahasia Bisnis Orang Jepang, oleh : Ann Wan Seng
Belajar dari : Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia

31 March 2010


Ketika ku lihat matamu
Kurasakan setiap langkahmu
Suara hangat dan lembut
Sebuah Cinta yang tak bisa kutinggalkan

Aku sedang menuju sesuatu
Dimana ujungnya, aku pun tak tau
Terkadang aku takut
Tapi aku siap tuk belajar
Kekuatan Cinta

Suara detak jantungmu, menjelaskan
Tiba-tiba rasa ini tau
Bahwa ku tak bisa meneruskan

Kekuatan Cinta
Kubutuhkan untuk memutuskan
 Tahan egoku tuk dirimu
Letih..bila trus mengharapkanmu
Perih..bila harus meninggalkanmu

Namun akhirnya kusadari
Kehendakku tak seturut kehendakmu
Dan harus kuakui itu

Ku tak mau menyerah sampai disini
Bukan untuk memaksakan kehendakku
Hanya ingin perhatikan dirimu…
Sayangi dirimu…

Dan akhirnya kupahami
Arti kata “Life must Go On”
Tak harus memiliki
Sebab kita dimiliki…

Pertamina: Trendsetter Sumber Energi Terbarukan Ramah Lingkungan (antara wacana, harapan, dan tantangan)


Krisis lingkungan hidup yang menerpa dunia saat ini sedang gencar-gencarnya disuarakan. Mulai dari tingkat bawah sampai tingkat dunia seperti KTT Iklim. Ditambah lagi isu-isu berkurangnya cadangan minyak dunia. Ini memang isu yang memang membuat perbincangan banyak pihak.
Pertamina sebagai salah satu perusahaan energi di dunia, seharusnya tidak hanya menjadikan isu ini sebagai wacana saja. Pertamina harus segera mengambil tindakan cepat untuk menjawab isu ini.
Ada celah untuk Pertamina menguasai pasar dan menjadi trendsetter dengan adanya isu ini. Ketika perusahaan energi lain sibuk berburu lokasi sumber energi baru seperti ladang minyak, Pertamina jangan sampai terlalu cepat mengikuti mereka. Pertamina harus bisa membuat energi baru yang berbeda dari perusahaan lain. Ketika perusahaan lain berebut untuk mendapatkan sumber energi baru yang notabene tidak terbarukan, Pertamina harus mampu membuat produk sumber energi baru yang terbarukan dan ramah lingkungan di samping tetap memproduksi beberapa produk konvensional sampai sumber energi baru tersebut diakui oleh masyarakat baik dalam negeri maupun internasional.
Indonesia dengan segala kekayaan alamnya pasti sanggup untuk menopang Pertamina menjadi perusahaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Lihat saja Brazil yang berhasil mengembangkan bioethanol untuk menggantikan bensin dengan memanfaatkan sari tebu. Beberapa tanaman yang mengandung gula dan pati seperti tebu, singkong, sagu, dan sorgum bisa digunakan sebagai bahan pembuatan ethanol. Sumbe energi alternatif ini patut dicoba dan dikembangkan mengingat bahan-bahan tersebut dapat dengan mudah tumbuh subur di Indonesia. Selain itu, di Indonesia dapat dengan mudah tumbuh subur kelapa sawit yang dapat diolah menjadi biosolar atau biodiesel sebagai pengganti solar konvensional. Mungkin sekarang masih banyak kekurangan, entah pada kualitas produk atau pada beberapa hal lain, tetapi Indonesia memiliki banyak sekali putra-putri cerdas dan kreatif yang siap mengubah segala kekurangan menjadi kelebihan.
Dengan slogannya “Kerja Keras adalah Energi Kita”, didukung oleh sumber daya alam (SDA) Indonesia yang kaya dan sumber daya manusia (SDM) anak bangsa yang tinggi, Pertamina pasti bisa menjadi trendsetter perusahaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Selasa, 30 Maret 2010

Budaya Kerja Orang Jepang ( Bag.3 )


Etika orang Jepang : etika demi komunitas
Etika orang Jepang itu, tujuan utamanya membentuk hubungan baik di dalam komunitas. Kebesaran komunitas bergantung pada situasi dan zaman. Negara, desa, keluarga, perusahaan, pabrik, kantor, sekolah, partai, kelompok agama, tim sepak bola dll, bentuknya apapun, orang Jepang mementingkan komunitas termasuk diri sendiri. Sesudah Restorasi Meiji, pemerintah Meiji sangat menekankan kesetiaan pada negara. Sesudah perang dunia kedua, objek kesetiaan orang Jepang beralih pada perusahaan.
Tindakan pribadi dinilai oleh mendorong atau merusak rukun komunitas. Maka misalnya minum minuman keras juga tidak dimasalahkan, bahkan minum bersama diwajibkan untuk mendorong rukun komunitas.
Ajaran agama juga digunakan untuk memperkuat etika komunitas ini. Sedangkan Semitic monoteisme (agama Yahudi, Kristen dan Islam) mengutamakan Allah daripada komunitas, dan memisahkan seorang sebagai diri sendiri dari komunitas. Jadi Pemerintahan Tokugawa melarang Kristen. Tentu saja agama Buddha juga mengutamakan Kebenaran Darma daripada komunitas, tetapi ajaran sisi seperti itu ditindas. Sementara Konfusianisme sengat cocok dengan etika demi komunitas ini. Tetapi, orang Jepang tidak mengorbankan sendiri tanpa syarat demi komunitas. Hal ini jelas terutama di dalam etos kerja orang Jepang.

Etos kerja seperti itulah yang membuat kepemimpinan perusahaan Jepang yang besar membentuk 3 sistem :
1.       Sistem ketenagakerjaan sepanjang hidup, yakni perusahaan biasanya tidak putus hubungan kerja.
2.       Sistem kenaikan gaji sejajar umur, yakni perusahaan menaikan gaji pekerjanya tergantung umur mereka.
3.       Serikat pekerja yang diorganisasi menurut perusahaan, yakni, berbeda dengan pekerja yang diorganisasi menurut jenis kerja, semua pekerja sebuah perusahaan, jenis kerja apapun, diorganisasi satu serikat pekerja.

Oleh ketiga sistem ini, pekerja menganggap dirinya kuat sebagai anggota perusahaannya dan merasa kesetiaan kepada perusahaannya. Di atas ketiga sistem ini, etos kerja dan budaya kerja orang Jepang berkembang. Kenyataannya, ketiga sistem ini dibentuk hanya di perusahaan besar, tidak ada di perusahaan kecil. Tetapi ketiga sistem ini menjadi teladan bagi perusahaan kecil juga.

Ciri-ciri etos kerja dan budaya kerja orang Jepang adalah :
1.       Bekerja untuk kesenangan, bukan untuk gaji saja. Tentu saja orang Jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau dengan gaji yang rendah. Tetapi kalau gajinya lumayan, orang Jepang bekerja untuk kesenangan. Jika ditanya “Seandainya anda menjadi milyuner dan tidak usah bekerja, anda berhenti bekerja ?”, kebanyakan orang Jepang menjawab, “Saya tidak berhenti, terus bekerja.” Bagi orang Jepang kerja itu seperti permainan yang bermain bersama dengan kawan yang akrab. Biasanya di Jepang kerja dilakukan oleh satu tim. Dia ingin berhasil dalam permainan ini, dan ingin menaikkan kemampuan diri sendiri. Dan bagi dia kawan-kawan yang saling mempercayai sangat penting. Karena permainan terlalu menarik, dia kadang-kadang lupa pulang ke rumah. Fenomena ini disebut “work holic” oleh orang asing.

2.       Mendewakan langganan. Memang melanggar ajaran Islam, etos kerja orang Jepang mendewakan client/langganan sebagai Tuhan. “Okyaku sama ha kamisama desu.” (Langganan adalah Tuhan.) Kata itu dikenal semua orang Jepang. Kata ini sudah motto bisnis Jepang. Perusahaan Jepang berusaha mewujudkan permintaan dari langganan sedapat mungkin, dan berusaha berkembangkan hubungan erat dan panjang dengan langganan.

3.       Bisnis adalah perang. Orang Jepang yang di dunia bisnis menganggap bisnis sebagai perang yang melawan dengan perusahaan lain. Orang Jepang suka membaca buku ajaran Sun Tzu, The Art of War untuk belajar strategis bisnis. Sun Tzu adalah sebuah buku ilmu militer Tiongkok kuno, pada abad 4 sebelum masehi. Sun Tzu itu suka dibaca oleh baik samurai dulu maupun orang bisnis sekarang. Untuk menang perang, perlu strategis dan pandangan jangka panjang. Budaya bisnis Jepang lebih mementingkan keuntungan jangka panjang. Supaya menang perang seharusnya diadakan persiapan lengkap untuk bertempur setenaga kuat. Semua orang Jepang tahu pribahasa “Hara ga hette ha ikusa ha dekinu.” (Kalau lapar tidak bisa bertempur.) Oleh karena itu orang Jepang tidak akan pernah menerima kebiasaan puasa. Bagi orang Jepang, untuk bekerja harus makan dan mempersiapkan kondisi lengkap. Tentu saja di medang perang,
4.       kedisiplinan paling penting. Dalam buku Sun Tzu untuk mengajar kedisiplinan dilakukan cara yang sangat kejam. Tetapi sekarang disiplin diajarkan di sekolah dasar. Pendidikan di sekolah sangat penting. Masuk sekolah setiap hari tidak terlambat, ikut pelajaran secara rajin, hal-hal itu dasar disiplin untuk kerja di dunia bisinis. Pada setelah Restorasi Meiji, pendidikan disiplin di sekolah dasar lebih berguna untuk berkembang kapitalisme daripada ajaran agama apapun.

  Rahasia Bisnis Orang Jepang, oleh : Ann Wan Seng
Belajar dari : Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia