Minggu, 23 Januari 2011

Keuntungan menjadi Entrepreneur

Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat diraih jika memiliki bisnis sendiri. Tampaknya ini perlu dikemukakan sebagai lecutan untuk segera memutuskan: Apakah Anda seumur hidup lebih senang hanya menjadi karyawan, atau menjadi pemilik bisnis Anda sendiri. Percayalah persoalan utama dalam hidup ini hanya masalah memilih.


Menciptakan Tujuan Hidup sendiri.
Memiliki bisnis sendiri berarti menciptakan kebebasan bagi entrepreneur, dan juga kesempatan untuk menggapai apa yang menurut mereka penting dalam hidup ini. Kate Spade, seorang editor di Mademoiselle pada 1993 memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Bersama suaminya ia membangun bisnis aksesoris. “Kami ingin mengejar tujuan hidup kami sendiri,” ujar Kate tentang keputusannya. Saat ini bisnis Kate berkembang pesat. Outletnya telah tersebar dari New York hingga Tokyo. Omzet penjualan Kate Spade Inc telah mencapai US $ 30 Juta.

Menciptakan Perbedaan

Kecenderungan belakangan ini seprang entrepreneur memulai bisnis mereka karena ingin membuat perubahan. Mereka ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Sebut saja mereka ingin membangun usaha di bidang properti, yang akan membangun perumahan murah untuk keluarga miskin di negera berkembang, atau menggagas program daur ulang untuk menyelamatkan sumber daya bumi yang kian menipis. Seorang entrepreneur dengan caranya sendiri menemukan jalan untuk mengkombinasikan antara kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial, dan keinginan mereka untuk menikmati hidup yang lebih baik.

Salah satu contohnya adalah Steve Row. Ketika tinggal di daerah pinggiran South Carolina, USA, ia selalu memperhatikan pembangunan perumahan di sekitar tempat tinggalnya. Bukanlah tetangga baru yang memusingkan Steve, melainkan banyaknya limbah kayu yang tidak termanfaatkan.

Setelah mendapat ijin para kontraktor, Steve mengambil sendiri limbah kayu yang ia inginkan. Steve mulai membuat berbagai furnitur dari kayu limbah tersebut. Dewasa ini perusahaannya, Sun Garden Furniture, membuat dan menjual berbagai furnitur dengan model unik, seperti meja, lemari hingga pagar kayu. Semuanya dibuat dari limbah kayu yang didapat dari berbagai lokasi pembangunan di AS.

Mencapai Potensi Puncak
Banyak orang yang mengerjakan tugas yang dibebankan perusahaan kepadanya dengan perasaan terpaksa. Mereka merasa pekerjaannya membosankan, tidak menantang dan tidak menarik. Hal seperti itu tidak pernah menimpa seorang entrepreneur. Di mata entrepreneur hanya sedikit perbedaan antara bekerja dan bermain, bahkan ada yang menyamakan arti dari dua kata yang berbeda tersebut.

Lahan pekerjaan yang ditekuni oleh entrepreneur tidak lain adalah sarana mereka untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri. Mereka sangat sadar keberhasilan mereka sangat ditentukan oleh kecakapan mereka dalam berkreasi rasa antuasias yang tinggi serta visinya.

“Saya ingi berada pada situasi dimana perkembangan bisnis saya hanya dibatasi oleh bakat dan daya upaya yang saya miliki,” ujar Tim Mc.Donald yang mulai berbisnis sendiri sejal usia 31 tahun.

Keuntungan Tanpa Batas.
Uang bukanlah dorongan utama seorang entrepreneur menjalankan bisnisnya. Uang dapat menjadi faktor yang memotivasi seseorang untuk memulai membangun bisnisnya. Kebanyakan entrepreneur memang tidak pernah menjadi super kaya, namun kebanyak dari mereka telah pantas menyandang gelar “cukup kaya”. Bahkan 75% dari 400 orang Amerika terkaya versi Majalah Forbes, adalah mereka yang kita kenal sebagai entrepreneur.

Menurut riset Thomas Stanley dan William Danko, para pemilik self-employed business termasuk 2/3 dari milyuner AS. Seorang entrepreneur memiliki kesempatan empat kali lebih besar untuk menjadi milyuner, daripada seseorang yang bekerja untuk orang lain.

Kontribusi kepada Masyarakat.

Tidak dapat dipungkiri seorang entrepreneur yang telah memiliki usaha sendiri termasuk kelompok yang paling dihargai dan paling dipercaya oleh masyarakat. Bisnis yang mereka jalankan didasarkan atas rasa percaya dan saling menghargai. Para entrepreneur ini menikmati kepercayaan dan penghargaan yang ditunjukkan oleh para pelanggan mereka, sebagai buah dari pelayanan tulus yang mereka berikan selama bertahun-tahun.

Entrepreneur ini kemudian juga memegang peran penting dalam sistem perekonomian. Mereka juga sadar kiprah mereka sebagai entrepreneur, telah memberikan kontribuasi terhadap perekonomian nasional, adalah penghargaan lainnya yang didapatkan oleh seorang entrepreneur sukses.


Mengerjakan yang Anda Sukai.
Salah satu kesepakatan di antara sesama entrepreneur adalah mereka tidak menganggap pekerjaan yang mereka geluti sebagai sebuah pekerjaan. Kebanyakan entrepreneur yang sukses adalah mereka yang berhasil memilih bidang bisnis karena mereka memiliki ketertarikan dalam bisnis tersebut. Mereka menikmati bidang pekerjaan tersebut. Selama bekerja mereka melakukan avocation (hobi) sekaligus mengerjakan vocation (work).

Para entrepreneur ini menjadikan apa yang disarankan oleh Harvey McKay menjadi kenyataan: “Temukanlah pekerjaan yang Anda cintai, maka Anda tidak perlu bekerja seharipun dalam hidup Anda.”
Dan ini tidak berlebihan karena di mata entrepreneur pekerjaan adalah pekerjaan adalah kegemaran (avocation) ketimbang pekerjaan (work).

1 komentar:

  1. bagus gan, bisa jadi motivasi buat ane dkk buat bisa berwirausaha. itung" mbantu beban ortu gara" UKT :D

    BalasHapus

Berikan Pendapatmu...