Rabu, 26 Agustus 2009

Perpisahan Sahabat

Sahabat kita telah meninggalkan kita ke tempatnya yg baru. Sungguh berat rasanya hati ini menghadapi perpisahan. Hari-hari berkumpul dan berteman yg telah lalu rasanya begitu singkat. Alangkah bahagianya jika seandainya kita senantiasa dapat selalu bertemu, berkumpul, dan berjumpa setiap saat. Namun apa daya, sebab setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi perpisahan kita ini hanya pisah jasadnya saja, akan tetapi hatinya tetap bersatu dengan kita semua. Sekalipun tempat yg ditempati oleh teman kita yg baru ini jauh dari tempat kita, namun buat kita dekat dalam hati. Manusia mempunyai cita-cita dan keinginan namun semua itu hanyalah Tuhan yg menentukan perjalanan hidupnya, sebagaimana yg dialami oleh sahabat kita, maksud hatinya ingin bertemu dan berteman dengan kita selama-lamanya, namun hal itu sudah ditentukan oleh Tuhan untuk berpisah.

Rekan-rekan sekalian, tentunya kita semua masih ingat betapa baik dan akrabnya teman kita dalam berteman dan bersahabat. Oleh sebab itu patutlah kita merasa kehilangan jika nanti teman kita telah meninggalkan tempat ini. Namun apa boleh buat semuanya itu sudah terjadi. Yang penting marilah kita berdoa dan mendoakan teman kita ini menjadi kerasan di tempat yg baru dan sekaligus dapat menggalang persaudaraan yg lebih baik serta dapat mengembangkan cita-citanya yg lebih maju lagi.

Khusus kepada sahabat kami, aku mewakili rekan-rekan, sekali lagi aku ucapin selamat jalan, dan jangan lupa pada pepatah lama yg mengatakan : jauh di mata namun dekat di hati. Kita boleh berjauhan tempat namun hendaknya saling ingat mengingat dan kenang-mengenang. Kelak jika ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi, jika ada umur yg panjang bolehlah kita bertemu kembali. Tak lain harapan’ku bersama teman-teman di tempat yg baru nanti kamu dapat mengembangkan bakat dan studi’mu lebih baik lagi, setidak-tidaknya kami yang pernah berkumpul dan berteman suatu saat dapat berkata bahwa sukses’mu adalah sukses kami juga.

Sahabat’ku yg ku sayangi, kiranya selama ini kita tak mampu melepas diri dari rasa salah dan khilaf. Untuk itu maafkanlah segala kekhilafan dan kesalahan kami baik yg sengaja maupun yg tidak sengaja. Aku dan teman-teman yg kau tinggalkan pun menyadari bahwa engkau tak mungkin mudah melupakan segala suka dan duka selama berteman, oleh sebab itu kami yakin pada suatu saat kamu akan menyempatkan diri untuk menengok kami atau kami dan teman-teman yg ada disini menyempatkan diri ke tempat’mu sehingga terobatilah penyakit rindu di hati dalam mengenang nostalgila-nostalgila pada masa yg lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan Pendapatmu...